Langsung ke konten utama

Baju Adat / Pakaian Khas Pasirian (Lumajang)

 **Baju Adat / Pakaian Khas Pasirian (Lumajang)**

Pasirian adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sebagai bagian dari wilayah Lumajang, pakaian adat atau pakaian khas yang dikenakan masyarakat Pasirian merujuk pada **Pakaian Khas Lumajang**. Busana ini menjadi simbol identitas budaya lokal yang dilestarikan dan diperkenalkan secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang.


### Sejarah dan Latar Belakang

Pakaian Khas Lumajang merujuk pada busana yang dikenakan R.M. Singowiguno (petinggi Lumajang) pada tahun 1910, saat berfoto di depan Kepatihan Lumajang bersama keluarga dan pejabat lainnya. Model ini dikaji ulang oleh tim ahli sejarah dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan merujuk berbagai sumber, termasuk arsip Belanda, *Beknopte Encyclopedie van Nederlandsch-Indie*, koleksi National Archief Den Haag, dan Perpustakaan Universiteit Leiden.


Pada Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-767 tahun 2022, Bupati dan Wakil Bupati Lumajang secara resmi mengenalkan pakaian ini. Sejak 2021, Aparatur Sipil Negara (ASN) Lumajang juga dianjurkan mengenakannya setiap tanggal 15 setiap bulan sebagai upaya pelestarian budaya.


### Ciri-ciri Pakaian Khas Lumajang


**Untuk Pria**

- Atasan berwarna hitam (nuansa gelap), model tidak dikancing, dilengkapi pakaian dalam putih.

- Hiasan manik-manik emas di bagian lengan, leher, dan depan.

- Blangkon atau udeng berwarna hitam sebagai penutup kepala.

- Bawahan berupa jarik (kain batik) bermotif khas Lumajang yang dipakai sebagai sarung.

- Kadang dilengkapi jas atau elemen formal lainnya.


**Untuk Wanita**

- Kebaya (sering berwarna jingga atau nuansa yang anggun), dengan model yang sedikit berbeda dari pria namun tetap elegan.

- Sanggul sebagai tata rambut.

- Bawahan jarik batik bermotif khas Lumajang.

- Kesan anggun dan rapi menjadi ciri utamanya.


### Motif Jarik Khas Lumajang

Jarik yang digunakan memiliki motif khas yang merepresentasikan identitas Lumajang, antara lain:

- Surya Majapahit

- Gerbang Waringin Lawang

- Pisang Agung

- Pasir Besi


Motif-motif ini mencerminkan sejarah, alam, dan kekayaan budaya daerah.


### Versi Tradisional yang Lebih Sederhana

Selain model resmi yang diperkenalkan kemudian, ada juga deskripsi pakaian adat Lumajang yang lebih sederhana dan tradisional:

- **Pria**: Udeng (penutup kepala), baju angkong hitam, dan celana kolor.

- **Wanita**: Kebaya (dengan atau tanpa kuthu baru tergantung status menikah), jarik, dan centhing (sabuk).


Warna hitam pada baju pria sering dimaknai sebagai simbol kebijaksanaan dan kesadaran akan kematian (kembali ke tanah), sementara udeng melambangkan pengendalian hawa nafsu.


### Busana Pengantin Khas Lumajang

Selain pakaian sehari-hari atau upacara, Lumajang juga memiliki busana pengantin khas bernama **Lamajang Sari** atau **Sari Agung**. Busana ini terdiri dari kebaya beludru (hitam, hijau, atau biru) dengan sulaman benang emas, dilengkapi perhiasan dan tata rias khusus yang membuat pemakainya tampak seperti raja dan ratu.


### Fungsi dan Penggunaan

Pakaian khas ini dipakai dalam:

- Upacara resmi dan Hari Jadi Lumajang

- Kegiatan ASN setiap tanggal 15

- Acara adat dan budaya di tingkat desa/kecamatan (termasuk di Pasirian)

- Pernikahan

- Event pelestarian budaya

### Makna Budaya

Pakaian Khas Lumajang bukan sekadar busana, melainkan simbol identitas, kebanggaan, dan pengingat akan sejarah kepatihan Lumajang. Penggunaannya membantu generasi muda mengenal dan mencintai budaya setempat di tengah arus modernisasi.

Masyarakat Pasirian dan Lumajang secara umum terus didorong untuk melestarikan pakaian ini, baik melalui penggunaan rutin maupun kegiatan budaya. Dengan mengenakannya, kita turut menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan hingga masa depan.

**Sewa Baju Adat di Pasirian **: Dokumentasi resmi Pemerintah Kabupaten Lumajang, kajian UGM, dan liputan media terkait pengenalan Pakaian Khas Lumajang tahun 2022.

Jenis-Jenis Material Bangunan dan Fungsinya 1. Material Struktural a. Beton Jenis: Beton konvensional, beton ringan, beton pra-cetak Kelebihan: Kuat, tahan api, dan serbaguna Kekurangan: Boros energi dalam produksi Penggunaan: Pondasi, kolom, balok, dan lantai

Komentar

© 2020 Blog Unik

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.